Objek Wisata Gunung Kayangan Pelaihari Banjarmasin

Objek Wisata Gunung Kayangan Pelaihari Banjarmasin

Gunung Kayangan terletak sekitar 10 km dari Kota Pelaihari, atau sekitar 60 km dari Kota Banjarmasin, yang merupakan ibukota Kalimantan Selatan. Gunung Kayangan ini berada di wilayah Kabupaten Tanah Laut dengan latar belakang Gunung Meratus.

Kawasan Wisata Gunung Kayangan sangat tepat bagi Anda untuk menghabiskan waktu liburan. Disini, Anda tidak saja disajikan dengan keindahan alam dan kesegaran udara pegunungan, tetapi juga Anda bisa menemukan berbagai kuliner khas Banjar. Tidak hanya itu, berbagai cinderamata khas Banjarmasin bisa Anda temui.

Akses Menuju Objek Wisata Gunung Kayangan

Bagi Anda yang ingin mengunjungi Objek Wisata Gunung Kayangan Tanah Laut ini, ada beberapa penerbangan dari Jakarta, Bandung Surabaya, Pangkalan Bun, Balikpapan, dan Sampit yang mendarat di Bandara Syamsuddin Noor yang ada diluar Kota Banjarmasin. Bagi Anda yang sudah reservasi hotel di Banjarmasin, maka jarak bandara ini sekitar 26 km dari Kota Banjarmasin.

Bila Anda ingin mengunjungi Objek Wisata Gunung Kayangan Pelaihari dari Kota Banjarmasin, alat transportasi terbaik untuk mencapai kesana adalah sepeda motor. Hal ini diperlukan untuk melewati jalan panjang dan sedikit menanjak. Namun jika Anda ingin mengunjungi Gunung Kayangan dari bandara, Anda bisa menggunakan taksi dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam.

Selain melalui perjalanan udara, Anda juga bisa mengunjungi Gunung Kayangan ini melalui jalur laut dan berlabuh di pelabuhan Trisakti Banjarmasin dari Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Jarak tempuh dari Jakarta bisa mencapai 2 hari, dan sekitar 21 jam jika melalui Semarang dan Surabaya.

Bagi Anda yang ingin bermalam di kawasan Wisata Gunung Kayangan ini, sebenarnya tidak ada hotel atau penginapan yang tersedia disini. Namun Anda bisa check in untuk menginap di Kota Banjarmasin atau Pelaihari. Disini sudah tersedia berbagai jenis hotel biasa hingga berbintang. Satu hal lagi yang bisa menjadi catatan pengunjung yang suka kuliner nusantara, di kawasan Objek Wisata Gunung Kayangan Pelaihari bisa Anda temukan berbagai kuliner khas seperti Amplang, Soto Banjar dan banyak lagi.

Itulah sedikit info Petualangan Indonesia tentang keindahan panorama Objek Wisata Gunung Kayangan Pelaihari Banjarmasin pada kesempatan kali ini. Semoga salah satu gunung ini bisa menjadi salah satu petualangan wisata Anda berikutnya. Selamat berwisata dan selamat berpetualang.

Pendakian Gunung Merbabu Jalur Selo

Pendakian Gunung Merbabu Jalur Selo

Tiit..titt..titt…titiit… sore itu nampaknya ada sms masuk di hp saya. Tu sms bunyinya gini “merbabu yuh, lewat jalur selo” . Ternyata salah satu teman saya ngajak naik lagi ke gunung merbabu. Hmm tanpa pikir panjang sayapun langsung mengiyakan ajakan teman saya tersebut. Setelah sebelumnya naik ke puncak tertinggi di pulau jawa di gunung semeru, praktis belum lagi melakukan pendakian. Sebetulnya ini adalah pendakian kedua saya di gunung merbabu, namun pada pendakian saya sebelumnya melalui jalur wekas.

Jumat sore waktu itu langit Nampak redup, sang mentaripun enggan menampakan batang hidungnya. Dua puncak bersaudara yang biasanya terlihatpun tak terlihat karena tertutup awan hitam. Seolah tak peduli dengan keadaan tesebut saya tetap memacu motor saya dari rumah menuju kampus untuk berkumpul dengan teman-teman yang lain. Sesampainya di kampus, ternyata belum semuanya berkumpul, sehingga kami masih menunggu teman kami yang lain.

Dua jam telah berlalu, nampaknya Allah merestui perjalanan kami. Awan mendung yang semula berada diatas jogja tak jadi berubah menjadi tetesan air hujan. Begitu pula dengan awan hitam yang menutupi dua gunung bersaudara di sisi utara yang hilang tersapu angin. Dua puncak gunung merapi dan merbabu terlihat begitu jelas seolah memberikan pesan pada kami agar segara menapak di punggungnya. Pukul 15.00 WIB kami yang berjumlah enam orang memulai perjalanan menuju pos/ basecamp pendakian di Selo. Di tengah perjalanan kami berhenti disebuah warung yang menyajikan aneka makanan. Ya.. agar nantinya dalam pendakian tidak kekurangan tenaga, kami mengisi bahan bakar terlebih dahulu. Tak lama kemudian kamipun melanjutkan perjalanan kembali. Dengan melewati jalan yang berkelak-kelok dan diselimuti hawa dingin khas pegunungan akhirnya kami tiba di pos pendakian gunung merbabu jalur selo sekitar pukul 18.00 wib.

Setelah melakuan pembayaran biaya retribusi gunung merbabu dan uang parkir yang totalnya sebesar Rp 7.000,00 /orang kamipun memulai pendakian di gunung merbabu. Perjalanan dimulai dengan melewati jalan yang lumayan besar dengan beberapa rumah warga di kanan dan kirinya. Setapak demi setapak kami lalui dengan penuh semangat. Dengan headlamp terpasang dikepala, saya berada di paling belakang waktu itu. Jalan dari basecamp ini masih landai hanya sesekali melewati tanjakan. Satu jam telah berlalu, kamipun tiba dipos I yaitu pos dok malang. Disana kami bertemu dengan pendaki lainya yang sedang beristirahat. Setelah berkenalan satu persatu dengan mereka kami melanjutkan perjalanan kembali untuk menuju di pos II.

Malam itu langit begitu cerah, ribuan bintang dilangitpun menjadi saksi perjalanan kami. Sinar rembulan menjadikan suasana dimalam itu tak lagi mencekam. Sebelum mencapai di pos II kami harus melewati tanjakan yang lumayan terjal. Di beberapa sisi terlihat lubang-lubang yang digenangi oleh air akibat hujan sebelumnya sehingga membuat kami harus ekstra hati-hati. Dan akhirnya kejadian yang tidak diinginkanpun terjadi ketika salah satu teman kami kakinya terpeleset dan masuk kedalam lubang tersebut. Namun untungnya kejadian itu tidak menimbulkan masalah yang serius. Perjalanan kami akhirnya tiba disebuah tempat yang cukup luas, disana sudah terdapat beberapa tenda yang berdiri. Setelah melalui perjalanan yang cukup melelahkan kamipun istirahat sejenak di tempat tersebut  yang ternyata adalah pos II. Hawa dinginpun sesekali datang bersama hembusan angin malam. Lama-kelamaan tubuhpun terasa dingin karena tidak bergerak, sehingga membuat kami tak betah untuk berlama-lama berdiam diri.

Rencana awal kami ingin mendirikan tenda disini, namun melihat tempat tersebut yang begitu luas tanpa ada pepohonan dikanan dan kiri kamipun memutuskan untuk mencari tempat lain. Tempat-tempat yang luas tanpa ada pepohonan sangat rawan jika ada angin besar atau badai yang datang. Kemudian kami melanjutkan perjalanan dengan melewati tanjakan yang lebih curam dari sebelumnya. Ditengah tanjakan kami menemukan sebuah memoriam dari pendaki yang tewas melewati jalur tersebut. Dengan berpegangan ranting dan akar pohon di kanan dan kiri jalan saya mencoba melangkahkan kaki sedikit demi sedikit berjalan keatas. Kalau dibandingkan dengan jalur wekas, jalur selo ini lebih enak karena banyak yang landai hanya beberapa kali saja melewati tanjakan. Sedangkan di jalur wekas dari basecamp hingga puncak relatif nanjak terus. Namun demikian di pos 2 jalur wekas kita bisa menemukan sumber air, sedangkan di jalur selo ini tidak ada sumber air.

Ribuan langkah telah kami lalui melewati beberapa tanjakan yang curam serta berselimut dinginya malam hingga akhirnya kami tiba di pos IV atau sabana I. Butuh waktu sekitar 4,5 jam perjalanan dari basecamp hingga pos IV merbabu atau sabana I. Karena sebagian besar dari kami sudah cukup kelelahan dan jam sudah menunjukan pukul 23.30 WIB kami memutuskan untuk bermalam disini. Kami mendirikan tenda disebelah rimbunya pepohonan untuk berlindung dari sapuan angin. Setelah memasukan semua barang kamipun semua masuk kedalam tenda hingga satu persatu dari kami mulai memejamkan mata.

Sabtu pukul 08.00 wib tenda kami berasa “dioyak-oyak”. Badai yang lumayan besar disertai kabut menghampiri pos sabana I tempat kami ngecamp. Semua yang ada disitupun berlindung didalam tenda. Setelah badai lumayan reda, saya coba keluar melihat situasi disekitar. Ternyata ada satu tenda yang roboh akibat sapuan badai tadi. Karena sampai sore hari, badai juga tak kunjung reda, kami menunda untuk melanjutkan perjalanan hingga esok harinya.

Pada keesokan harinya beberapa pendaki mulai berdatangan. Suasana di pos sabana 1 pun menjadi ramai waktu itu. Sekitar pukul 10.00  wib cuaca mulai cerah, disisi selatan terlihat gunung merapi yang kokoh berdiri sedangkan disisi barat Nampak si gunung kembar sumbing dan sindoro. Kelima teman saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke puncak, sedangkan saya sepertinya sudah tidak terlalu terobsesi lagi untuk kepuncak karena sebelumnya ketika melewati jalur wekas  saya sudah sampai ke puncak merbabu. Jadi saya memutuskan untuk tinggal di tenda saja.

Tidak sampai 3 jam kelima teman saya yang mau ke puncak merbabu sudah kembali lagi di pos sabana 1. Ternyata mereka tidak sampai di pos sabana III , karena badai yang lebih besar datang lagi. Mereka memutuskan untuk balik karena jika diteruskan cukup berbahaya. Setelah makan siang kami semua packing untuk persiapan turun. Pukul 15.00 wib kami semua turun dari sabana I untuk menuju basecamp merbabu. Perjalanan turunpun cukup menyulitkan karena jalan jadi licin akibat diguyur hujan. Kejadian lucupun terjadi ketika saya terpeleset ditengah perjalanan sehingga membuat pakaian saya dipenuhi lumpur. Butuh waktu sekitar 3 jam untuk mencapai basecamp. Sesampainya di basecamp kami langsung membersihkan badan dan dilanjutkan perjalanan menuju jogja.

Dan akhirnya cerita pendakian di gunung merbabu ini selesai sudah. Meskipun pendakian kali ini tidak sampai di puncak, namun sudah cukup mengasikan untuk mengisi liburan. Jika dibandingkan dengan jalur wekas jalur selo ini memiliki view yang lebih bagus. Di sabana I sebenarnya jika cuaca cerah sudah bisa melihat sunrise. Selain itu gunung-gunung lain seperti merapi, lawu, sumbing dan sindoro juga terlihat dari sabana I. Namun sangat disayangkan disepanjang jalur selo merbabu ini dipenuhi sampah akibat ulah para pendaki yang tidak bertanggung jawab. Marilah jadi pendaki yang cerdas dan pendaki yang peduli dengan alam. Sayangilah alammu seperti engkau menyayangi ibumu ! Petualangan Indonesia.

Objek Wisata Gunung Batu Raden Banyumas

Objek Wisata Gunung Batu Raden Banyumas

Objek Wisata Gunung Batu Raden Banyumas merupakan salah satu Objek Wisata Alam Indonesia andalan Kabupaten Banyumas, jawa Tengah. Sejak tahun 1928, Objek Wisata Gunung Batu Raden Banyumas dikenal sebagai objek wisata pegunungan. Pengunjung bisa menikmati keindahan pemandangan alam dan udara pegunungan yang sejuk dengan suhu antara 18C – 25c. Batu Raden dapat bermakna tanah yang datar atau tanah yang indah. Luasnya mencapai 16,5 ha.

Terdapat beragam wisata yang bisa Anda temukan di Objek Wisata Gunung Batu Raden Banyumas ini, antara lain :

  • Taman botani yang menyediakan aneka ragam tanaman hias, tanaman bongsai, dan tanaman langka, seperti tanaman havana, daun dewa, brimulia, keladi tikus, anthurium lipstik, palem paris, lidah gajah, dan widoro laut. Anda bisa mendapatkannya dengan harga terjangkau sebagai oleh-oleh kunjungan Anda.
  • Curug Gede yang terletak di Desa Wisata Ketenger, jaraknya kurang lebih 3 km dari Objek Wisata Gunung Batu Raden.
  • Pancuran Pitu yang berjarak 2,5 km dari Objek Wisata Gunung Batu Raden. Pancuran ini merupakan sumber air panas bumi dengan temperatur 60-70 c yang langsung mengalir dari kaki gunung Slamet.
  • Pancuran Telu yang mengalirkan air panas bersulfur dengan suhu 40C yang konon dapat menyembuhkan penyakit kulit dan tulang.
  • Wana Wisata yang menyajikan pemandangan hutan yang hijau dan indah. Tempat ini sangat cocok untuk kegiatan berkemah dan jungle tracking ketika berkunjung ke Objek Wisata Gunung Batu Raden.
  • Telaga Sunyi. Telaga ini terletak di sebelah timur, yang berjarak sekitar 3,5 km dari Objek Wisata Gunung Batu Raden. Telaga ini terbilang indah, airnya jernih, dan dingin.
  • Taman Kaloka Widya Mandala yang merupakan kebun binatang sekaligus sebagai wisata pendidikan. Di Taman ini, terdapat sejumlah binatang yang didatangkan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, seperti kambing kaki tiga, gajah, beruk sapi kaki lima, ular sanca, monyet, landak, buaya irian, orangutan, dan rusa. Di kompleks wisata ini, juga terdapat Museum Satwa Langka yang berisi binatang seperti beruang madu, harimau Sumatera, dan macan dahan.

Objek Wisata Gunung Batu Raden Banyumas terletak di sebelah selatan kaki Gunung Slamet pada ketinggian sekitar 640 mdpl dan sebelah utara dan berjarak sekitar 14 km dari kota Purwokerto. Untuk menuju lokasi, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Dari Kota Purwokerto, Anda bisa menempuh perjalanan selama 15 menit dengan angkutan umum dari Terminal kebondalem Purwokerto menuju Objek Wisata Gunung Batu Raden Banyumas.

Demikianlah informasi tentang Objek Wisata Gunung Batu Raden Banyumas pada kesempatan kali ini. Lihat juga objek wisata gunung sebelumnya tentang Objek Wisata Gunung Agung Bali. Semoga bisa menjadi salah satu agenda wisata Anda! Petualangan Indonesia.

Berpetualang Di Objek Wisata Gunung Agung Bali

Berpetualang Di Objek Wisata Gunung Agung Bali

Gunung Agung merupakan gunung tertinggi di pulau Bali. Gunung berapi ini mulanya memiliki ketinggian sekitar 3.142 mdpl, namun setelah meletus pada tahun 1963 diperkirakan ketinggianya turun menjadi 3.014 mdpl. Bagi masyarakat Bali, gunung agung ini adalah gunung suci yang merupakan pertanda keagungan yang maha kuasa.

Berpetualang di Objek Wisata Gunung Agung Bali termasuk perjalanan Objek Wisata Alam Indonesia sebagai tempat pendakian terkemuka dan banyak dikunjungi oleh pendaki. Anda bisa menyajikan panorama kepulan asap dan semburan pasir dan kerikil dari lubang kawah yang menganga dengan diameter 500 m. Jika cuaca sedang cerah, dari puncak gunung, Anda dapat menikmati pemandangan kota-kota disekitarnya.

Objek Wisata Gunung Agung Bali terletak di kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, provinsi Bali. Untuk mencapai kesana, dapat memulai perjalanan dari Denpasar dengan jarak sekitar 25 km k arah utara. Alternatifnya lainnya, Anda dapat menempuh perjalanan dari kota semarapura ke pura Besakih menggunakan bemo dengan biaya sekitar Rp 5.000,-.

Untuk aktivitas pendakian di Objek Wisata Gunung Agung Bali, Anda dapat menempuh 2 jalur. Rute dari Pura Besakih boleh dibilang cukup populer karena melalui rute ini anda akan sampai di puncak Gunung Agung. Dari besakih, Anda dapat menempuh perjalanan hingga ketempat perkemahan selama 4 jam dengan berjalan kaki. Selanjutnya, pendakian terakhir melewati punggung gunung yang cukup datar hingga mencapai puncak Gunung Agung dengan waktu tempuh 2 jam.

Pendakian dari Pura Pasar Agung menuju puncak memakan waktu antara 3-4 jam dan perjalanan yang di tempuh sulit karena medan yang dilalui lebih terjal dibandingkan dengan rute Objek Wisata Gunung Agung Bali sebelumnya.

Aktivitas pendakian di Objek Wisata Gunung Agung Bali dianjurkan dilakukan pada musim kemarau, antara bulan Juli-September. Pada musim hujan, rute pendakian lebih berbahaya karena licin dan suhu di puncak dapat turun secara drastis. Lengkapi diri Anda dengan pakaian tebal, lampu, serta perbekalan secukupnya. Untuk memudahkan pendakian di Objek Wisata Gunung Agung Bali, wisatawan dapat menyewa jasa pemandu dengan biaya sekitar Rp 150.000,- sampai Rp 300.000,-.

Selain itu, apabila memerlukan peralatan mendaki di Objek Wisata Gunung Agung Bali, Anda dapat menyewanya di sekitar lokasi pendakian. Jika ingin menyewa penginapan untuk istirahat atau sekedar menunggu waktu memulai pendakian, Anda dapat menginap di Pura Besakih maupun Pura Pasar Agung atau menyewa losmen di sekitar Pura yang ada di Objek Wisata Gunung Agung Bali.Petualangan Indonesia.